Analisis Tahapan Pelaksanaan Baby SPA

Authors

  • Yusmaniar Yusmaniar Universitas Prima Indonesia
  • Nur Adnen Universitas Prima Indonesia
  • Zulfayani Zulfayani Universitas Prima Indonesia
  • Hanisah Hanisah Universitas Prima Indonesia
  • Cut Baren Universitas Prima Indonesia
  • Debora Paninsari Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v7i4.73

Keywords:

baby SPA, perkembangan motorik, pijat bayi, pelaksana, pengetahuan, sarana dan prasarana

Abstract

Periode seribu hari pertama kehdupan, mula dari dalam kandungan hingga usia dua tahun, merupakan masa yang sangat penting dan krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Masa ini dikenal sebagai Golden Period, Wndow of Opportunty, dan Critical Period, dimana otak dan kemampuan motorik anak berkembang dengan sangat pesat. Pada masa ini stimulasi eksternal sangat dibutuhkan agar anak mencapai tumbuh kembang yang optmal. Salah satu bentuk stimulas yang dapat diberikan adalah melalui pelayanan Baby Spa. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, serta menggunakan analisis univarat dan bivarat untuk melihat distribusi data dan hubungan antar variabel. Analisis univarat menunjukkan bahwa dari 46 responden, sebanyak 29 orang (63%) telah melaksanakan tahapan Baby Spa secara lengkap. Sebagian besar pelaksana memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi (43,5%) dan mayoritas tempat pelaksanaan memiliki sarana prasarana yang lengkap (54,3%). Hasil analisis bivarat menunjukkan adanya hubungan yang signifkan antara tingkat pengetahuan pelaksana dengan kelengkapan tahapan Baby Spa (p=0,000), serta hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan kelengkapan pelaksanaan Baby Spa (p=0,000).

References

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Qualtative, quanttative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Galera. (2020). Home Baby Spa. Dalam Pengaruh Baby Spa Terhadap Perkembangan Kemampuan Motorik Kasar Bayi di My Baby Spa Surabaya (Jurnal Kesehatan Olahraga, Vol. 06).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (terkait pentingnya memaksimalkan masa pertama 1.000 hari).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2020 tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak [Peraturan Menteri Kesehatan].

Khadijah, M. A., & Amela, N. (2020). Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini: Teori & Praktik. Prenada Media.

Rizky, A. (2019). Perkembangan motorik anak dan pengaruh lingkungan. Jakarta: Pustaka Ilmu Anak

Yulia Safitri, L., & Wilda Yunita. (2017). Pengaruh Baby Spa terhadap perkembangan motorik dan berat badan bayi. Mahakam Midwfery Journal, 4(1), xx–xx.

Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. (2022, 7 Jul). Profil Kesehatan Aceh Tahun 2021 [Laporan tahunan].

Downloads

Published

2025-08-13

How to Cite

Yusmaniar, Y., Adnen, N., Zulfayani, Z., Hanisah, H., Baren, C., & Paninsari, D. (2025). Analisis Tahapan Pelaksanaan Baby SPA. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(4), 105–110. https://doi.org/10.37287/jppp.v7i4.73

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.