Hubungan Kepatuhan Konsumsi Kelasi Besi dengan Kualitas Hidup Pasien Anak Thalasemia
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v8i2.1994Keywords:
anak, kelasi besi, kepatuhan, kualitas hidup, thalasemiaAbstract
Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah kronis yang membutuhkan transfusi darah rutin. Transfusi darah berulang dapat menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh sehingga diperlukan terapi kelasi besi untuk mencegah komplikasi. Kepatuhan dalam mengonsumsi kelasi besi sangat penting untuk mengontrol kadar zat besi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi kelasi besi dengan kualitas hidup pasien anak thalasemia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis desain penelitian korelasional pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien anak thalasemia yang ditransfusi, sampel sebanyak 38 orang, responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data penelitian ini diperoleh secara langsung dari responden menggunakan lembar kuesioner MMAS-8 dan PedsQL yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis bivariat dilakukan dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepatuhan (p-value = 0,000) konsumsi kelasi besi dengan kualitas hidup pasien anak thalasem. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi kelasi besi dengan kualitas hidup pasien anak thalasemia, semakin baik kepatuhan dalam mengonsumsi terapi kelasi besi, maka semakin baik pula kualitas hidup pasien anak thalasemia.
References
Adiratna, W., Udiyono, A., & Saraswati, L. D. (2020). Hubungan pengetahuan dan dukungan sosial terhadap skor kepatuhan minum obat kelasi besi pada pasien thalassemia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 23–29.
Armina, A., & Pebriyanti, D. K. (2021). Hubungan kepatuhan terapi dengan kualitas hidup anak thalasemia. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(2).
Baird, D. C., Batten, S. H., Darnall, C. R., & Hood, F. (2022). Alpha and beta thalassemia: Rapid evidence review.
Canis Paloma. (2023). Talasemia: Sebuah tinjauan pustaka. Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community, 1(2), 89–100.
Ernawati, I. (2022). Buku referensi kepatuhan konsumsi obat pasien hipertensi. Yogyakarta.
Farmaki, K., Tzoumari, I., Pappa, C., & Berdoukas, V. (2022). Iron overload and chelation therapy in thalassemia. Mediterranean Journal of Hematology and Infectious Diseases, 14(1).
Hidayat, S., & Yuliastuti, W. (2022). Kualitas Hidup Anak Disabilitas Intelektual Pasca Pandemic COVID-19 Di Kabupaten Tulungagung. 4(1), 97–102.
Ismail, A., Campbell, M. J., Ibrahim, H. M., & Jones, G. L. (2022). Health-related quality of life in children with thalassemia. Health and Quality of Life Outcomes, 20(1).
Kurniasari, L., Widodo, D., & Sari, Y. (2022). Faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan kronis. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(2).
Kusumo, M. K. W., Novita, A., & Hendarwan, H. (2024). Hubungan kepatuhan kelasi besi dengan kadar ferritin pasien thalasemia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(4).
Lantip, R. (2021). Talasemia genetik dasar dan pengelolaan terkini.
Locke, P. S., & Badawy, S. M. (2022). Adherence to iron chelation therapy among adults with thalassemia: A systematic review. Hemoglobin, 46(4), 201–213.
Lopes, A. F., et al. (2023). Treatment adherence and quality of life in thalassemia patients. Pediatric Hematology Oncology Journal, 8(2).
Mediani, H. S., Ramdhanie, G. G., & Fikri, A. (2022). Kualitas hidup anak usia sekolah penyandang thalasemia. Jurnal Obsesi, 6(3), 2243–2250.
Nafisa, D. A., & Dewi, T. K. (2023). Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi dengan Durasi Mengidap ≤ 5 Tahun Ditinjau dengan Protection Motivation Theory ( PMT ).
Notoatmodjo, S. (2021). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Porter, J. B. (2025). Iron overload and chelation. NCBI Bookshelf.
Purbasari, D., & Lail, N. A. (2024). Kepatuhan terapi kelasi besi dengan kualitas hidup anak thalasemia. Medical Journal Awatara, 2(1).
Rachmawati, D., Sari, R., & Putri, A. (2023). Kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pasien thalasemia. Jurnal Keperawatan Klinis, 6(1).
Sanchez-Villalobos, M., Blanquer, M., Moraleda, J. M., Salido, E. J., & Perez-Oliva, A. B. (2022). New insights into pathophysiology of β-thalassemia. Frontiers in Medicine, 9.
Sari, M., Handayani, L., & Fitriani, D. (2022). Dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan kronis. Jurnal Ilmu Keperawatan, 10(1).
Suryoadji, K. A., Alfian, I. M., Dokter, S. P., Kedokteran, F., Indonesia, U., Dokter, S. P., Kedokteran, F., & Indonesia, U. (2021). Patofisiologi Gejala Penyakit Thalasemia Beta : Khazanah : Jurnal Mahasiswa Khazanah : Jurnal Mahasiswa. 13(2), 56–60.
Taher, A. T., Saliba, A. N., & Cappellini, M. D. (2021). Iron overload in thalassemia. The Lancet Haematology, 8(6).
Viprakasit, V., et al. (2022). Clinical outcomes and quality of life in thalassemia patients. Blood Reviews, 52.
Wiliyanarti, P. F. (2021). Kualitas hidup pasien kanker payudara. Surabaya: UM Surabaya Publishing.
Winandar, A., Gunawan, G., Darimi, M., & Anam, S. (2024). Faktor kualitas hidup anak thalasemia. Mimbar Integritas, 4(1).
Yanti, N., Prasetyo, B., & Lestari, W. (2023). Kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien kronis. Jurnal Kesehatan, 11(2).
Zulkarnain, M., Hidayat, T., & Rahmawati, E. (2022). Faktor determinan kepatuhan terapi pada penyakit kronis. Jurnal Keperawatan Nasional, 8(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



