Pengaruh Aromaterapi Papermint terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisa

Authors

  • Wahyu Puspita Sari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Syahruramdhani Syahruramdhani Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Tariyah Tariyah RSUD Tidar

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i2.1988

Abstract

Chronic Kidney Disease merupakan masalah kesehatan yang menyumbang kematian tinggi di dunia disebabkan karena adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal yang bersifat progresif sehingga memerlukan penanganan terapi hemodialisa. Pasien yang pertama kali menjalani terapi hemodialisa sering memiliki keluhan kecemasan yang berat. Peneltiain ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh aromaterapi papermint terhadap tingkat kecemasan pasien yang pertama kali menjalani hemodialisa. Desain penelitian ini adalah case study dengan satu responden yang pertama kali menjalani hemodialisa dan mengalami kecemasan. Intervensi dilakukan sebanyak 3 sesi dengan durasi masing-masing sesi selama 15 menit secara inhalasi dengan essential oil papermint. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan tingkat kecemasan pasien sebelum dan setelah intervensi menggunakan instrument HARS. Berdasarkan hasil evaluasi tingkat kecemasan, terdapat penurunan setelah diberikannya aromaterapi papermint dari tingkat kecemasan berat menjadi tingkat kecemasan sedang. Aromaterapi papermint dapat menjadi pilihan sebagai salah satu terapi komplementer untuk mengatasi kecemasan pasien yang menjalani hemodialisa.

References

Alesandra, V., & Cusmarih. (2024). Hubungan Lama Waktu Hemodialisa Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Kabupaten Bekasi. MANUJU: Malahayati Nursing Journal, 6(2), 660–676. https://doi.org/https://doi.org/10.33024/mnj.v6i2.10926

Astuti, W., Meirita, D. N., & Novianty, T. (2021). Pengaruh Aromaterapi Peppermint Terhadap Tingkat Kecemasan Perawat Di Masa Pandemi Covid 29. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 137–141.

Barsoum, R. S., & Andreoli, T. E. (2001). International Society of Nephrology. Kidney International, 59(5), 1995–2001. https://doi.org/10.1046/j.1523-1755.2001.0590051995.x

Damanik, H. (2020). Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Dalam Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda, 6(1), 80–85. https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v6i1.365

Francis, A., Harhay, M. N., Ong, A. C. M., Tummalapalli, S. L., Ortiz, A., Fogo, A. B., Fliser, D., Roy-Chaudhury, P., Fontana, M., Nangaku, M., Wanner, C., Malik, C., Hradsky, A., Adu, D., Bavanandan, S., Cusumano, A., Sola, L., Ulasi, I., & Jha, V. (2024). Chronic kidney disease and the global public health agenda: an international consensus. Nature Reviews Nephrology, 20(7), 473–485. https://doi.org/10.1038/s41581-024-00820-6

Harmawati, Hardini, S., Rahayuningrum, D. ., & Morika, H. . (2021). Pengaruh Pemberian Aromaterapi Inhalasi Lavender Terhadap Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit M. Natsir. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 12, 43–54.

Igharashi, M., Ikei, H., Song, C., & Yoshifumi, M. (2014). Effects of olfactory stimulation with rose and orange oil on prefrontal cortex activity. Complementary Therapies in Medicine, 22(6), 1027–1031. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ctim.2014.09.003

Iyarmasa, M. G., Handayani, Y., & Novita, A. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Pasien dalam Tindakan Hemodialisis. Journal of Management Nursing, 3(4), 421–432. https://doi.org/10.53801/jmn.v3i4.198

Kementerian Kesehatan. (2023). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 11, 1–189. https://www.kemkes.go.id/id/pnpk-2023---tata-laksana-penyakit-ginjal-kronik

Khotimah, H., Majid, A., Ningrat, S., & Fitriani, N. (2025). Gambaran persepsi penyakit dan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa 1). 6(1), 1–18.

Nurhayati, F., & Ritianingsih, N. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stress Dan Kecemasan Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Dengan Hemodialisis. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 14(1), 206–214. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v14i1.2031

Ortiz, A., Lees, J. S., Torra, R., Stel, V. S., Kramer, A., & Mark, P. B. (2026). The updated global burden of chronic kidney disease: one death every 20 seconds,. Nephrology Dialysis Transplantation.

Rafsanjani, B. K., Umah, K., Revita, N. C. T., & Rahayuningrum, L. M. (2024). Efektifitas Terapi Relaksasi Nafas Dalam dan Aroma Terapi AV Shunt di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit. Complemantary Health Care Journals, 1(1), 44–57. https://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/119

Riskesdas, S. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI). In Kota Bukitinggi Dalam Angka (pp. 1–68).

Setyawan, A., Syahruramdhani, & Setyaningrum, N. (2022). The Effect of Aromatherapy on Anxiety in Patients Undergoing Hemodialysis during COVID-19 Pandemic. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(S2), 285–290. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.30604/jika.v7iS2.1440

Tauristasari, A., & Al Khasanah, A. (2025). Studi Korelasi Lama Menjalani Hemodialisis dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa. Enfermeria Ciencia, 3(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.56586/ec.v3i1.70

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Sari, W. P., Syahruramdhani, S., & Tariyah, T. (2026). Pengaruh Aromaterapi Papermint terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisa. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(2), 285–290. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i2.1988