Efektivitas Media Flipchart dalam Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Sedentary Lifestyle pada Siswa

Authors

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1581

Keywords:

flipchart planner, pendidikan kesehatan, sedentary lifestyle

Abstract

Perkembangan zaman di dunia semakin cepat seiring dengan kemajuan teknologi yang mengarah kepada hidup yang lebih mudah dan instan, sedentary lifestyle atau gaya hidup sedentary merupakan suatu pola hidup yang tidak sehat, dimana pola hidup tersebut cenderung malas bergerak atau melakukan aktivitas fisik. Mengetahui dan menganalisis pengaruh flipchart planner terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang sedentary lifestyle. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9–10 Januari 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan rancangan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian berjumlah 86 siswa kelas X SMA Negeri 1 Purwareja Klampok yang ditentukan menggunakan rumus slovin dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan sedentary lifestyle yang diberikan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan menggunakan media flipchart. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan pada pengetahuan responden tentang sedentary lifestyle menunjukkan bahwa nilai Z hitung sebesar -7,748 dan nilai signifikansi sebesar <0,001. Hasil nilai signifikan pada uji Wilcoxon <0,001 lebih kecil dari 0,1 (tingkat kesalahan 10%) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada pemberian pendidikan kesehatan sedentary lifestyle dengan media flipchart planner terhadap tingkat pengetahuan siswa.

Author Biography

Umi Solikhah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Associate Professor

References

Tabel 3 Distribusi Kategori Tingkat Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah Intervensi

Kategori Pre-test Post-test

Frekuensi Persentase (%) Frekuensi Persentase (%)

Kurang 13 15 0 0

Cukup 45 52 8 9

Baik 28 32 78 91

Total 86 100 86 100

Berdasarkan tabel 3, terdapat perubahan distribusi tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Sebelum intervensi, sebanyak 12 responden berada pada kategori kurang, 45 responden kategori cukup, dan 29 responden kategori baik. Setelah intervensi, jumlah responden pada kategori baik meningkat menjadi 78 responden, sedangkan kategori cukup menjadi 8 responden, dan tidak terdapat lagi responden pada kategori kurang.

Tabel 4 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

N Nilai Statistik Sig.

Pre-test 86 0,163 0,001

Post-test 0,219 0,001

Berdasarkan Tabel 4, hasil uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov–Smirnov menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p-value) pada data pre-test sebesar 0,001 dan pada data post-test sebesar 0,001. Karena kedua nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data pre-test dan post-test tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis selanjutnya menggunakan uji nonparametrik, yaitu uji Wilcoxon Signed-Rank Test.

Tabel 5 Efektivitas Media Flipchart planner Meningkatkan Pengetahuan Responden Tentang sedentary lifestyle

N P Value Nilai Z

Pengetahuan Responden Sebelum Diberikan Media Flipchart planner 86 0,001 -7,748

Pengetahuan Responden Setelah Diberikan Media Flipchart planner

Berdasarkan Tabel 5, hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) dengan nilai Z sebesar -7,748. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media flipchart planner.

PEMBAHASAN

Karakteristik Responden

Usia

Karakteristik usia responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas X berada pada rentang usia 15–16 tahun, yang termasuk dalam tahap perkembangan remaja. Menurut teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget, individu pada usia 12 tahun hingga dewasa berada pada tahap operasional formal, yaitu tahap dimana individu telah mampu berpikir secara abstrak, logis, dan sistematis, serta mampu memahami hubungan sebab-akibat dan memecahkan masalah (Marinda, 2020). Pada tahap ini, remaja memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menerima, memahami, dan mengolah informasi, termasuk informasi kesehatan.

Selain itu, pertambahan usia juga berkaitan dengan perkembangan kemampuan berpikir dan kematangan kognitif seseorang. Semakin bertambah usia, maka kemampuan individu dalam memahami informasi dan mengambil keputusan juga semakin meningkat (Munawarah et al., 2022). Namun, remaja juga merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku sedentary karena tingginya keterlibatan dalam aktivitas berbasis layar, seperti penggunaan smartphone, komputer, dan media digital lainnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik cenderung menurun seiring bertambahnya usia remaja, sehingga meningkatkan risiko terjadinya sedentary lifestyle (Mandriyarini et al., 2017). Oleh karena itu, pemberian pendidikan kesehatan pada usia remaja menjadi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku hidup sehat sejak dini.

Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin menunjukkan adanya perbedaan distribusi antara siswa laki-laki dan perempuan. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku sedentary lifestyle. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola aktivitas antara remaja laki-laki dan perempuan, yang mana laki-laki cenderung lebih banyak menggunakan perangkat elektronik untuk bermain game, sedangkan perempuan lebih sering menghabiskan waktu dengan aktivitas pasif seperti menggunakan ponsel atau membaca (Jamaludin, 2023).

Selain faktor perilaku, perbedaan komposisi tubuh antara laki-laki dan perempuan juga berperan dalam memengaruhi risiko sedentary lifestyle. Perempuan cenderung memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi, sedangkan laki-laki memiliki massa otot yang lebih besar. Kondisi ini dapat memengaruhi tingkat aktivitas fisik dan metabolisme tubuh. Perilaku sedentary yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak tubuh dan berdampak pada kesehatan remaja, seperti obesitas dan gangguan metabolik. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran remaja, baik laki-laki maupun perempuan, mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pencegahan sedentary lifestyle (Alfionita et al., 2023; Desmawati, 2019).

Tingkat Pengetahuan Siswa Sebelum dan Sesudah Intervensi Pendidikan Kesehatan dengan Media Flipchart

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang sedentary lifestyle menggunakan media flipchart planner. Pengukuran dilakukan melalui pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal responden, kemudian dilanjutkan dengan pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media flipchart planner, dan diakhiri dengan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan, sehingga dapat disimpulkan bahwa media flipchart planner efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang sedentary lifestyle (Sriwidiastuti et al., 2023).

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rochani & Pamboaji (2022), yang menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan pendidikan kesehatan terkait sedentary lifestyle. Tingkat pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia dan pendidikan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan individu dalam memahami dan mengolah informasi juga berkembang. Selain itu, pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan seseorang dalam menerima dan memahami informasi kesehatan, sehingga dapat meningkatkan tingkat pengetahuan individu (Arikhman et al., 2022).

Peningkatan tingkat pengetahuan setelah pemberian pendidikan kesehatan menunjukkan bahwa media flipchart planner merupakan sarana edukasi yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada remaja. Media visual seperti flipchart membantu menyederhanakan konsep yang abstrak menjadi lebih konkret melalui kombinasi gambar, warna, dan penjelasan terstruktur, sehingga mempermudah proses pemahaman dan retensi informasi. Remaja berada pada tahap perkembangan kognitif operasional formal, di mana mereka telah mampu memahami hubungan sebab-akibat serta berpikir secara logis dan sistematis, sehingga pendidikan kesehatan yang disampaikan secara visual dan interaktif dapat meningkatkan pemahaman secara signifikan (Muin et al., 2023; Sriwidiastuti et al., 2023).

Hasil ini sejalan dengan penelitian oleh Qusairi (2025) yang menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan berbasis media edukatif mampu meningkatkan skor pemahaman kesehatan secara signifikan antara pre-test dan post-test. Penelitian tersebut menemukan bahwa pendidikan kesehatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kemampuan individu dalam memahami dan mengelola perilaku kesehatan secara mandiri. Selain itu, penelitian lain dalam jurnal pendidikan kesehatan remaja juga menyatakan bahwa penggunaan media visual dalam pendidikan kesehatan terbukti efektif meningkatkan perhatian, pemahaman, dan daya ingat peserta didik dibandingkan metode ceramah tanpa media (Ahlanafila et al., 2024; Qusairi, 2025).

Secara teoritis, peningkatan pengetahuan terjadi karena adanya proses penerimaan informasi melalui indera penglihatan dan pendengaran secara bersamaan, yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Media flipchart planner memungkinkan penyampaian informasi secara bertahap dan sistematis, sehingga responden dapat memahami konsep sedentary lifestyle, dampak, serta cara pencegahannya dengan lebih jelas. Dengan demikian, pendidikan kesehatan menggunakan media flipchart planner terbukti efektif sebagai strategi promotif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai sedentary lifestyle.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Flipchart planner terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa

Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, diperoleh nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media flipchart planner dengan tingkat pengetahuan siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden mengenai sedentary lifestyle. Peningkatan tersebut juga terlihat dari perbedaan skor pre-test dan post-test, dimana nilai setelah intervensi menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi. Hal ini mengindikasikan bahwa media flipchart planner mampu membantu siswa dalam memahami informasi kesehatan secara lebih optimal.

Pengetahuan mengenai sedentary lifestyle pada remaja merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan berbagai risiko kesehatan di masa depan. Menurut Notoatmodjo (2018), pengetahuan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pendidikan, akses informasi, pengalaman, lingkungan, dan sosial ekonomi. Dalam konteks penelitian ini, pendidikan kesehatan berperan sebagai sumber informasi yang memberikan pemahaman baru kepada siswa, sehingga terjadi peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan intervensi. Lingkungan belajar yang interaktif dan penggunaan media yang menarik juga berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kesehatan.

Penggunaan media flipchart planner dalam pendidikan kesehatan terbukti efektif karena memanfaatkan unsur visual dan verbal secara bersamaan. Media visual membantu meningkatkan perhatian, pemahaman, dan daya ingat siswa terhadap materi yang disampaikan. Hal ini sejalan dengan teori kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale, yang menyatakan bahwa penggunaan media visual dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dibandingkan metode verbal saja, karena melibatkan lebih banyak indera dalam proses penerimaan informasi. Flipchart planner yang dilengkapi dengan gambar dan penjelasan terstruktur memudahkan siswa memahami konsep sedentary lifestyle, termasuk pengertian, dampak, serta upaya pencegahannya (Raihana & Futriani, 2023; Raikar et al., 2020).

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rochani & Pamboaji (2022) yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media flipchart. Penelitian lain oleh Munawarah et al. (2022) juga menemukan bahwa penggunaan media flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Selain itu, Talakua & Aloatuan (2021) melaporkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan flipchart mampu meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya konsumsi buah dan sayur. Penelitian Saputri et al. (2024) juga menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan setelah pemberian pendidikan kesehatan dengan media flipchart, dengan nilai p-value sebesar 0,000.

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media flipchart planner merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang sedentary lifestyle. Media ini membantu menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan mudah dipahami, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif media edukasi kesehatan yang efektif bagi remaja. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku hidup sehat dan mencegah kebiasaan sedentary lifestyle pada remaja.

SIMPULAN

1. Karakteristik responden dalam penelitian ini didominasi oleh siswa pada masa remaja pertengahan, dengan sebagian besar berjenis kelamin perempuan.

2. Tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang sedentary lifestyle dengan media flipchart planner masih bervariasi, dengan sebagian responden belum memiliki pemahaman yang optimal mengenai sedentary lifestyle.

3. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media flipchart planner, tingkat pengetahuan siswa menunjukkan peningkatan, dimana sebagian besar responden memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai sedentary lifestyle.

4. Pemberian pendidikan kesehatan tentang sedentary lifestyle dengan menggunakan media flipchart planner terbukti memberikan pengaruh dalam meningkatkan tingkat pengetahuan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Purwareja Klampok.

DAFTAR PUSTAKA

Ahlanafila, A., Patonah, S., & Jannah, F. M. (2024). Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Flip Chart untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Kelas IV Sekolah Dasar. Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 5(4), 403–411. https://doi.org/10.54371/ainj.v5i4.600

Alfionita, N., Sulistyorini, L., & Septiyono, E. A. (2023). Hubungan Sedentary Lifestyle dengan Status Gizi Remaja pada Masa Pandemi Covid-19 di SMPN 14 Jember. Journal Pustaka Kesehatan, 11(2). https://doi.org/10.19184/pk.v11i2.37128

Arikhman, N., Rosa, S., & Rahmatiqa, C. (2022). The Effectiveness of Health Counseling Using Video Media in Increasing Adolescent Knowledge About Prevention of Early Marriage at SMAN 2 Pasaman Kabupaten Pasaman Barat year 2021: 1st International Conference on Health Sciences and Biotechnology (ICHB 2021). https://doi.org/10.2991/ahsr.k.220303.021

Aulia, S. N., Sukmawati, S., & Rosidin, U. (2024). Sedentary Lifestyle Berhubungan dengan Status Gizi pada Remaja. Journal of Telenursing (JOTING), 6(1), 61–69. https://doi.org/10.31539/joting.v6i1.8883

Balante, J., Candelaria, D., Perez, D., & Koo, F. (2023). Nursing Students’ Experiences of Using Flipcharts as a Learning Tool during the COVID-19 Pandemic. Nurse Education Today, 120, 105650. https://doi.org/10.1016/j.nedt.2022.105650

Desmawati. (2019). Gambaran Gaya Hidup Kurang Gerak (Sedentary Lifestyle) dan Berat Badan Remaja Zaman Milenial di Tangerang Banten. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 11(4).

Jamaludin, J. (2023). Media Edukasi Kesehatan terhadap Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2: Literature Review. JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama, 11(3), 362–376. https://doi.org/10.31596/jkm.v11i3.1990

Lorensia, A., & Aditama, L. (2019). Efektivitas Edukasi Flipchart terhadap Pengetahuan, Sikap, Persepsi, dan Gula Darah Pasien DM Tipe 2 dengan Terapi Insulin. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 8(1), 1466–1474.

Mandriyarini, R., Sulchan, M., & Nissa, C. (2017). Sedentary Lifestyle sebagai Risiko Kejadian Obesitas pada Remaja SMA Stunted di Kota Semarang [Journal:eArticle, Diponegoro University]. In Journal of Nutrition College (Vol. 6, Issue 2, pp. 149–155). https://www.neliti.com/publications/200218/

Marinda, L. (2020). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dan Problematikanya pada Anak Usia Sekolah Dasar. An-Nisa Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman, 13(1), 116–152. https://doi.org/10.35719/annisa.v13i1.26

Muin, M. R. A., Ahmad, S., Jasman, M. H., Aziz, A. F. A., Ali, M. F., & Zainuddin, Z. M. (2023). Improving Erectile Dysfunction Management Among Asian Men With Diabetes Using the Knowledge Translation Intervention. Annals of Family Medicine, 21(6), 502–507. https://doi.org/10.1370/afm.3030

Munawarah, R., Pamungkas, A. M. A., Hidayati, N. N., & Zukrufiana, I. R. (2022). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Flipchart terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Penularan HIV di Desa Brosot Wilayah Puskesmas Galur I Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Kebidanan, 14(1). https://doi.org/10.35872/jurkeb.v14i01.515

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan (3rd edn). Rineka Cipta. (Jakarta).

Qusairi. (2025). Efektivitas Model Media Flipchart dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas V MI Raudlatul Mustarsyidin. ABUYA: Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1). https://doi.org/10.52185/abuyaVol3iss1Y2025675

Raihana, A. A., & Futriani, E. S. (2023). Efektivitas Media Vidio dan Flipchart Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Smp Tahta Syajar. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 3(11), 3497–3508. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i11.11143

Raikar, K., Thakur, A., Mangal, A., Vaghela, J. F., Banerjee, S., & Gupta, V. (2020). A Study to Assess the Effectiveness of a Nutrition Education Session Using Flipchart among School-Going Adolescent Girls. Journal of Education and Health Promotion, 9, 183. https://doi.org/10.4103/jehp.jehp_258_18

Rochani, S., & Pamboaji, G. (2022). Efektivitas Pendidikan Kesehatan dengan Flipchart Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Dalam Melaksanakan Program Diet pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Wacana Kesehatan, 7(2). https://doi.org/10.52822/jwk.v7i2.411

Saputri, M. E., Handayani, L., & Trisnowati, H. (2024). Efektivitas Edukasi Pencegahan Stunting dengan Media Flipchart terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 4756–4766. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.33019

Sriwidiastuti, E., Jasmawati, & Imamah, I. N. (2023). Effect of Counseling Using Flipcharts and Video Media on Increasing Adolescent Reproductive Health Knowledge at Senior High School 1 Muara Pahu. KESANS: International Journal of Health and Science, 3(1). https://doi.org/10.54543/kesans.v2i9.192

Talakua, C., & Aloatuan, F. (2021). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Flipchart terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X SMA Negeri 24 Maluku Tengah: (The Effect of Using Flipchart Learning Media on Cognitive Learning Outcomes of Class X Students of SMA Negeri 24 Maluku Tengah). BIODIK, 7(01), 95–101. https://doi.org/10.22437/bio.v7i01.12228

WHO. (2022, September 16). Diabetes [Kesehatan]. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

Downloads

Published

2026-03-13

How to Cite

Gina, L. J., & Solikhah, U. (2026). Efektivitas Media Flipchart dalam Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Sedentary Lifestyle pada Siswa. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(1), 547–554. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1581

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.