Dukungan Kelompok sebagai Intervensi untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada ODHIV
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v7i6.1076Keywords:
dukungan kelompok, HIV/AIDS, kesehatan jiwa, ODHIV, penerimaan diriAbstract
Stigma dan diskriminasi menyebabkan orang dengan HIV (ODHIV) memilki penerimaan diri yang rendah, yaitu aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kepatuhan pengobatan. Dukungan kelompok sebagai bagian intervensi keperawatan dapat meningkatkan adaptasi pasien dengan kondisi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan intervensi dukungan kelompok terhadap penerimaan diri pada ODHIV. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Responden penelitian ini adalah ODHIV yang menjalani pengobatan di Puskesmas Dlanggu Mojokerto, dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sejumlah 36. Instrumen penelitian menggunakan lembar penilaian penerimaan berdasarkan SLKI PPNI dengan 6 kriteria dianalisis melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah intervensi dukungan kelompok yang dilaksanakan mengacu pada SIKI PPNI. Hasil studi menunjukkan terdapat peningkatan penerimaan diri ODHIV dari 44% menjadi 100%. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor penerimaan diri sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05), yang berarti intervensi dukungan kelompok efektif meningkatkan penerimaan diri ODHIV pada aspek verbalisasi penerimaan, verbalisasi perasaan yang dialami, menyusun perencanaan masa depan, kemampuan menghargai diri, marah, dan ketergantungan pada orang lain.
References
Akmilatun Nisak, A., & Liyanovitasari. (2024). Dukungan Sosial dengan Kebermaknaan Hidup pada Pasien ODHA. Journal of Holistics and Health Sciences, 6(1), 10–20. https://doi.org/https://doi.org/10.35473/jhhs.v6i1.359
Amal, A. I., Sukartini, T., Kurniawati, N. D., Sulistyaningsih, D. R., Suyanto, S., & Wahyuningsih, I. S. (2024). Analysis of Coping Strategies and Self-Stigma Among People Living with HIV (PLHIV): A Cross Sectional Study. The Open Public Health Journal, 17(1), 1–7. https://doi.org/10.2174/0118749445304007240328052310
Buntoro, I. F., Arsita, E., Handoyo, N. E., Nurina, Rr. L., & Folamauk, C. L. H. (2024). Factors Associated with Quality of Life among People Living with HIV/AIDS in Kupang. Jurnal Kedokteran Meditek, 30(2), 82–89. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.3191
Camellia, A., Swandari, P., Rahma, G., Parwati Merati, T., Bakta, I. M., & Pradnyaparamita Duarsa, D. (2023). A peer-support mini-counseling model to improve treatment in hiv-positive pregnant women in kupang city, east nusa tenggara, Indonesia. Journal of Preventive Medicine and Public Health, 56(3), 238–247. https://doi.org/10.3961/jpmph.22.516
Huang, H., Tu, L., Zhang, X., Zhang, L., Zhang, J., Liu, Q., Liu, Q., Liu, Y., & Chen, H. (2024). Social support, self-efficacy, self-esteem, and self-management behaviors among people living with HIV/AIDS in China: a structural equation modeling analysis. BMC Public Health, 24(1), 3070. https://doi.org/10.1186/s12889-024-20541-6
Kementerian Kesehatan RI. (2023). BUKU JUKNIS MMD. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ma’ruf, H., Marwanti, T. M., Kesejahteraan, P., & Bandung, S. (2025). Tingkat Penerimaan Diri pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang Tergabung Dalam Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) “Smile Plus” Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Wawan Heryana 3. PEKSOS: Jurnal Ilmiah Pekerja Sosial, 24(1), 43–60. https://jurnal.poltekesos.ac.id/index.php/peksos/index
Neisha, F. H., Syukur, Y., & Sukma, D. (2024). Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Penerimaan Diri. Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 7(5), 1–6. https://doi.org/10.6734/LIBEROSIS..V2I2.3027
Øgård-Repål, Anita, Berg, Rigmor C, & Fossum, Mariann. (2021). Peer Support for People Living With HIV: A Scoping Review. Health Promotion Practice, 24(1), 172–190. https://doi.org/10.1177/15248399211049824
Pramatasari, L. A., Martini, M., & Sutiningsih, D. (2025). A Systematic Review Of Peer Support For Mental Health In People Living With HIV. EMPIRIS: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan, 2(2), 307–318. https://doi.org/10.62335
Rakasiwi, G. A., & Nurchayati, N. (2021). Penerimaan Diri pada Perempuan dengan HIV/AIDS (PDHA). Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(9), 24–36. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/cjpp.v8i9.41915
Tan, D., Zhong, W., Ma, L., Cheng, J., Mao, X., Zhang, X., Tang, J., Fan, S., Cao, B., & Chen, Y. (2025). The association between self-acceptance, emotion regulation, and treatment adherence self-efficacy among adolescents with HIV in Liangshan prefecture, China: a cross-sectional study. BMC Public Health, 25(1), 313. https://doi.org/10.1186/s12889-025-21492-2
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. DPP PPNI.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia. DPP PPNI.
Usman, S., & Kadar, K. S. (2021). The peer support on quality of life in people with HIV/AIDS. Enfermería Clínica, 31, S730–S734. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2021.07.025
Wanjala, S. W., Nyongesa, M. K., Mapenzi, R., Luchters, S., & Abubakar, A. (2023). A qualitative inquiry of experiences of HIV-related stigma and its effects among people living with HIV on treatment in rural Kilifi, Kenya. Frontiers in Public Health, 11, 1–11. https://doi.org/10.3389/fpubh.2023.1188446
Wardojo, S. S. I., & Rosadi, R. (2023). Associations between social support, resilience, HIV stigma, and depression among people living with HIV in Malang, Indonesia: A cross-sectional study. Russian Open Medical Journal, 12(4), 1–6. https://doi.org/10.15275/rusomj.2023.0404
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



