Edukasi Senam Ergonomik pada Lansia Penderita Gout Arthritis di Posyandu Lansia
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v8i2.2291Keywords:
gout arthritis, lansia, senam ergonomikAbstract
Gout arthritis (GA) merupakan salah satu bentuk penyakit sendi yang umum terjadi pada lansia akibat gangguan metabolisme purin yang memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Asam urat yang menumpuk dapat membentuk kristal monosodium urat pada jaringan sendi sehingga menimbulkan gejala klinis berupa nyeri hebat, bengkak, kemerahan, kekakuan, dan keterbatasan gerak. Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Penyebab gout arthritis dipengaruhi oleh faktor internal (misalnya usia , jenis kelamin, genetik, dan fungsi ginjal) maupun faktor eksternal (pola makan tinggi purin, konsumsi alkohol, obesitas, serta kurang aktivitas fisik). Kurangnya pengetahuan lansia tentang pengelolaan gout arthritis, termasuk pentingnya aktivitas fisik dan pengendalian kadar asam urat, sering menjadi kendala dalam upaya pencegahan komplikasi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman lansia mengenai gout arthritis, melatih keterampilan dalam melakukan senam ergonomik sebagai terapi nonfarmakologis, serta mengukur kadar asam urat sebelum dan sesudah intervensi. Program dilaksanakan di Posyandu Lansia Desa Ciberem Sumbang dengan melibatkan 20 responden lansia berusia ≥ 60 tahun yang memiliki kadar asam urat tinggi. Metode pelaksanaan mencakup edukasi mengenai gout arthritis, pemeriksaan kadar asam urat, pelatihan senam ergonomik, serta evaluasi dengan desain pre–post test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbedaan kadar asam urat sebelum dan sesudah intervensi, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengelola gout arthritis. Dengan demikian, senam ergonomik terbukti dapat menjadi salah satu upaya efektif nonfarmakologis untuk menurunkan kadar asam urat, meningkatkan kualitas hidup, serta mencegah komplikasi serius pada lansia penderita gout arthritis.
References
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Edukasi dan Pelatihan Kesehatan bagi Lansia. Jakarta: Direktorat Gizi dan Kesehatan Usia Lanjut.
Lestari, Rina, Putri, Andini Dwi, & Handayani, Siti. (2022). Pengaruh senam terhadap kadar asam urat pada lansia. Jurnal Keperawatan Komunitas, 10(2), 85–92.
Pradyka, Rendra, Susanto, Teguh, & Fadhilah, Nurul. (2019). Global Prevalence of Gout: A Systematic Review. Journal of Global Medical and Health Research, 7(1), 25–33. Penerbit: Global Medical Research Center.
Saragih, Hendro, Manik, Yoseph, & Sitorus, Darmawan. (2020). Prevalensi Gout Arthritis dan Faktor Risiko Terkait di Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 5(3), 210–222.
Sari, Dian Permata, & Wulandari, Fitri. (2021). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan lansia tentang asam urat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 98–105.
Stanhope, Marcia, & Lancaster, Jeanette. (2020). Public health nursing: Population-centered health care in the community (10th ed.). St. Louis: Elsevier.
Utami, Diah, & Setiawan, Andi. (2021). Faktor yang memengaruhi keikutsertaan lansia dalam posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 210–217.
Wahyuni, & Nugroho, (2020). Hubungan konsumsi sayur dan buah terhadap gizi kurang pada remaja. Borneo Studies and Research, 2(3), 2038-2044
Yanti, Sri, Prasetyo, Bagus, & Lestari, Indah. (2021). Intervensi Fisik Ergonomik pada Lansia dengan Masalah Muskuloskeletal. Surabaya: Universitas Airlangga Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pandu Adi Prakoso, Indri Heri Susanti, Wasis Eko Kurniawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


