Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kadar Protein Tempe Kedelai (Glycine max L) dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis

Authors

  • Lia Fadliah STIKes Medika Nurul Islam
  • Riska Fauza STIKes Medika Nurul Islam
  • Yuliana Yuliana STIKes Medika Nurul Islam
  • Kasrawati Kasrawati STIKes Medika Nurul Islam

DOI:

https://doi.org/10.37287/jlh.v6i3.430

Keywords:

daun kelor, spektrofotometri Uv-Vis, tempe kedelai

Abstract

Tepung daun kelor (Moringa olefera) merupakan bahan pangan yang tinggi kandungan gizi dan protein. Terdapatnya kandungan tersebut baik digunakan  sebagai  bahan  tambahan  pembuatan  tempe  kedelai  untuk meningkatkan kadar ptotein. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar protein pada tempe kedelai (Glycine max L.) dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode dalam penelitian yaitu eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil   kadar protein yang didapatkan dalam penambahan tepung daun kelor  K0  (0 g) kadar proteinya yaitu (0,32%),  K1 (4 g) kadar proteinya yaitu (0,33 %), K2 (10 g) kadar proteinya yaitu (0,34%)  dan  K3 (20 g) kadar proteinya yaitu (0,35%), hasil uji one way Anova didapatkan nilai p- value yaitu 0.000<0.05 jadi Ho ditolak dan Ha  diterima sehingga ada pegaruh secara nyata penambahan tepung daun kelor (moringa oleifera) terhadap kadar protein tempe kedelai (Glycine Max L.) dengan menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis.

References

Analitika Sains. (2021, Oktober 13). Cara & prinsip kerja alat spektrofotometer.https://analitika.co.id/spektrofotometer/

Arifin, S. H. A. (2021). Morfologi dan Siklus Hidup Spodoptera frugiperda J.E Smith (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) dengan Pakan Daun Kedelai (Glycine Max L) Di Laboratorium (Other, Universitas Hasanuddin).

Barus, T., Sanjaya, J.W., Hartanti, A.T., Yulandi, A., Prasasty, V.D., Tandjung, D.(2020). Genotypic Characterization of Rhizopus species from Tempeh and Usar: Traditional Inoculum of Tempeh in Indonesia. Microbiology Indonesia, 14(3): 101-107.

Barus, T., Titarsole, N. N., Mulyono, N., & Prasasty, V. D. (2019). Tempeh Antioxidant Activity using DPPH Method: Effects of Fermentation, Processing, and Microorganisms. 8(2), 75-80.

Bhattacharya, A. et al. (2020). Morphological and Pharmacognostical Evaluation of Moringa oleifera Lam. Pharmacognosy Reviews, 14(28), 138-145.

Cut B.P.U. (2023). Penyuluhan Tentang Pentingnya Peranan Protein Dan Asam Amino Bagi Tubuh Di Desa Negeri Lima. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan, 1(3), 52-56.

Deng, M., Zhang, K., Mehta, S., Chen, T., & Sun, F. (2017). Prediction Of Protein Function Using Protein-Protein Interaction Data. Proceedings - IEEE Computer Society Bioinformatics Conference, CSB 2002, 10(6), 197-206.

Development of Instant Powder with the Addition of Moringa Oleifera Leaf Powder as Complementary Food for Infants 6-12 Months Old. Systematic Reviews in Pharmacy, 11, 61-6

Ellent, S. S. C., Dewi, L., & Tapilouw, M. C. (2022). Karakteristik Mutu Tempe Kedelai (Glycine max L.) yang Dikemas dengan Klobot. AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 1(11), 32-40.

Erkan, S. B., Gurler, H. N., Bilgin, D. G., Germec, M., & Turhan, I. (2019). Production And Characterization Of Tempehs From Different Sources Of Legume By Rhizopus Oligosporus. Food Science and Technology, 119, 1-18.

Fujiana, F., Pondaag, V. T., Afra, A., Evy, F., & Fadly, D. (2021). Potensi pangan fermentasi tempe dalam mengatasi kejadian stunting di Indonesia. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 20-26.

Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Kumar, D. S.(2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49-56.

Helingo, Z., Liputo, S. A., & Limonu, M.(2022). Pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kualitas roti dengan berbahan dasar tepung sukun. Jambura Journal of Food Technology (JJFT), 4(2), 223-233.

Herawati, D. et al. (2020). Pengaruh Tepung Tapioka terhadap Kualitas Ragi Te mpe Instan. Biodiversitas, 21(9), 4253-4259.

Isnaini, I., Rasyad, A., & Fianda, D. O. (2020). Keragaan Kedelai (Glycine Max (L) Merril) Generasi M1 Varietas Anjasmoro Hasil Radiasi Sinar Gamma. Jurnal Agroteknologi, 11(1), Article1.

Ispitasari, R., & Haryanti, H. (2022). Pengaruh Waktu Destilasi terhadap Ketepatan Uji Protein Kasar pada Metode Kie/dahl dalam Bahan Pakan Ternak Berprotein Tinggi. Indonesian Journal of Laboratory, 5(1), 38,

Jones, S., & Thornton, J. M. (2017). Principles Of Protein-Protein Interactions. Proceedingsof the National Academy of Sciences of the United States of America, 93(1), 13-20.

Jubaidah, S., Nurhasnawati, H., & Wijaya, H. (2017). Penetapan Kadar Protein Tempe Jagung (Zea Mays L.) Dengan Kombinasi Kedelai (Glycine Max (L.) Merill) Secara Spektrofotometri Sinar Tampak. Jurnal Ilmiah Manuntung, 2(1), 111-119.

Juliani, S., & Nurrahmaton. (2021). Kacang Kedelai Muda untuk Kelancaran ASI. 1(2), 79-85.

Krisnawati, A., & Adie, M. M. (2017). The leaflet shape variation from several soybean genotypes in Indonesia. 18(1), 359-364.

Leone, A., Spada, A., Battezzati, A., Schiraldi, A., Aristil, J., & Bertoli, S. (2015). Cultivation, genetic, ethnopharmacology, phytochemistry, and pharmacology of Moringa oleifera leaves: An overview. International Journal of Molecular Sciences, 16(6), 12791-12835.

Mahajan, S. G., et al. (2022). Moringa Tree, Gift of Nature: A Review on Nutritional and Industrial Applications. Journal of Food Science and Technology, 59(4), 1243-1255

Mayang Sari. (2011). Identifikasi Protein menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). (Skripsi: Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia), h. 4.

Muchtadi, D. (2014). Pengantar Ilmu Gizi. Bandung: Alfabeta.

Nicole, T. Z. H., Nichelle, T. S., Elizabeth, T. E., & Yuliarti, O. (2021). Formulation of functional crackers enriched with fermented soybean (tempeh) paste: rheological and microstructural properties. Future Foods, 4(May), 100050.

Nisa, K., et al. (2021). Kajian Aktivitas Antioksidan Tempe dari Starter Tradisional dan Komersial. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 10(2), 52-60.

Nugrahani, R. A., Hendrawati, T. Y., Redjeki, A. S., Susanty, Fatma Sari, &

Pakerti, A. L., & Purnama, R. C. (2022). Analisis Kadar Protein Pada Tepung Jagung (Zea Mays L.) Yang Dibeli Dengan Merek L Di Daerah Pasar Semuli Jaya Lampung Utara Dengan Menggunakan Metode Kjeldahl. Jurnal Analis Farmasi, 7(2), 119-129.

Pasha, S. N., et al. (2022). Nutritional and pharmacological benefits of Moringa oleifera. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 11(3), 12-19.

Puyanda, I. R., Suhartatik, N., Nuraini, V., & Setyorini, I. (2023). Penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dengan variasi suhu pengeringan dan konsentrasi untuk meningkatkan nilai gizi tempe. Jurnal Pengolahan Pangan, 8(2), 125-132.

Rahayu, W. P., Pambayun, R., Santoso, U., Nuraida, L., & Ardiansyah. (2015). Tinjauan Ilmiah Teknologi Pengolahan Tempe Kedelai (1st ed.). Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia.

Roosheroe, I. G., Sjamsuridzal, W., & Oetari, A. (2006). Mikologi: Dasar dan Terapan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Roza Milindal, I., Noer, E. R., Ayustaningwarno, F., & Dieny, F. F. (2022). Analisis sifat fisik, organoleptik dan kandungan asam lemak pada tempe mete dan tempe kedelai. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 11(1).

Safitry, A., Pramadani, M., Febriani, W., Achyar, A., & Fevria, R. (2022). Uji Organoleptik Tempe dari Kacang Kedelai (Glycine max) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris). Prosiding Seminar Nasional Biologi, 1(2), 358-369.

Santosa, H. H. (2021). Pengolahan dan Pemanfaatan Daun & Biji Kelor (Moringa oleifera). Yogyakarta: Penerbit Samudra Biru.

Sawitri, K. N., Sumaryada, T., & Ambarsari, L. (2014). Analisa Pasangan Jembatan Garam Residu Glu15-Lys4 Pada Kestabilan Termal Protein 1Gb1. Jurnal Biofisika, 10(1), 68-74. www.rscb.org

Setiyaningrum, Z. (2013). Aktivitas antiradikal DPPH dan kadar fenolik dari ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb) menggunakan metode maserasi dan soxhlet. [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakartal.

Sholihah, N. F., & Adelina, R. (2021). Daya Terima dan Nilai Gizi Formula Pompom Potato Sebagai Pemberian Makanan Tambahan Balita Stunting. 28, 8.

Sine, Y., & Soetarto, E. S. (2018). Isolasi dan identifikasi kapang Rhizopus pada tempe gude (Cajanus cajan L.). Savana Cendana, 3(04), 67-68.

Suknia, S. L. (2020). Proses Pembuatan Tempe Home Industry Berbahan Dasar Kedelai (Glycine max (L.) Merr) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Candiwesi, Salatiga. Southeast Asian Journal of Islamic Education, 1(3), 58-75.

Suprayatno, E., & Sulistiyawati, T. D. (2017). Metabolisme Protein. UB Press: Malang.

Susanto, H., et al. (2023). Optimasi Inkubasi Ragi Tempe Instan. AIMS Agriculture and Food, 8(1), 56-68.

Verawati, B., Afrinis, N., & Yanto, N. (2021). Hubungan Asupan Protein dan Ketahanan Pangan dengan Kejadian Stunting Balita di Masa Pandemi Covid-19. 5, 9.

Wahyuni, R., Guswandi, & Rivai, H. (2014). Pengaruh cara pengeringan dengan oven, kering angin dan cahaya matahari langsung terhadap mutu simplisia herba sambiloto. Jurnal Farmasi Higea, 6(2).

Watson, David G. (2009). Analisis Farmasi: Buku Ajar untuk Mahasiswa Farmasi. Zakaria, Rauf, Suriani, Salim, Andi, Rahman, Nurdin, & Bohari, Bohari. (2020).

Downloads

Published

2025-09-23

How to Cite

Fadliah, L., Fauza, R., Yuliana, Y., & Kasrawati, K. (2025). Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kadar Protein Tempe Kedelai (Glycine max L) dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Journal of Language and Health, 6(3), 131–138. https://doi.org/10.37287/jlh.v6i3.430