Evaluasi Cost Effectiveness Terapi Ceftriaxone dan Kombinasi Ampisilin Kloramfenikol Pada Pasien Pneumonia di Bangsal Anak Rumah Sakit

Authors

  • Setiawati Fadhilah Zainal Universitas Tadulako
  • Endang Darmawan Universitas Ahmad Dahlan
  • Nurcholid Umam Kurniawan Rumah Sakit PKU Bantul

Keywords:

analisis efektivitas biaya, ceftriaxone, kombinasi ampisilin kloramfenikol, pneumonia

Abstract

Cost Effectivenes Analysis (CEA) merupakan metode farmakoekonomi yang digambarkan dalam rasio biaya efektivitas untuk membantu dalam pengambilan keputusan memilih obat yang efektif secara biaya dan efektivitasnya. Tujuan penelitian ini untuk menentukan terapi yang lebih cost effective  antara ceftriaxone dan kombinasi ampisilin kloramfenikol pada pasien pneumonia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 54 pasien yaitu 28 pasien yang menggunakan ceftriaxone dan 26 pasien yang menggunakan kombinasi ampisilin kloramfenikol. Hasil penelitian ini diperoleh dari perbandingan nilai ACER  yaitu nilai ACER ceftriaxone (Rp. 17.904) lebih kecil dari nilai ACER  kombinasi ampisilin kloramfenikol (Rp 19.700) dengan efektivitas sama yaitu 65,38%  yang dilihat berdaarkan Length of stay. Berdasarkan matriks pengambilan keputusan dalam analisis farmakoekonomi analisis efektvitias biaya (cost effectiveness analysis) apabila biaya lebih rendah dan efektivitasnya sama sehingga tidak perlu perhitungan ICER (Incremental Cost Effective Ratio). Dapat disimpulkan bahwa Intervensi A merupakan pilihan yang paling efisien biaya (cost-effective) dibandingkan Intervensi B, karena terbukti memberikan efektivitas klinis yang setara dengan biaya total pengobatan yang lebih rendah

References

Akter, S., Shamsuzzaman., J. F. (2015) ‘Community Acquired Pneumonia’, International Journal of Respiratory and Pulmunary Medicine, pp. 1–5.

Cetinkaya, F., Georemis, A., Kutluk, G. (2004) Comparison of two antibiotic regimens in the empirical treatment of severe childhood pneumonia, Indian journal of pediatrics.

Chowdhury, F., Shahid, A. S. M. S. B., Ghosh, P. K., Rahman, M., Hassan, M. Z., Rahman, M., ... & Homaira, N. (2017). Viral etiology of pneumonia among severely malnourished under-five children in an urban hospital, Bangladesh. PLoS ONE, 12(1), e0170353.

Dinas Kesehatan, 2017. Profil Kesehatan Kabupaten Bantul Tahun 2017 (Data Tahun 2016). Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

Hartati S, NurhaeniN, Gayatri D., 2012. Faktor Risiko Terjadinya Pneumonia Pada Anak Balita. Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 15, No. 1, Maret 2012; hal 13-20.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Neuman, M. I., Monuteaux, M. C., Scully, K. J., & Bachur, R. G. (2011). Prediction of pneumonia in a pediatric emergency department. Pediatrics, 128(2), 246–253.

Tri Murti, A. 2013. Farmakoekonomi Prinsip dan Metodologi. Bursa Ilmu, Jogyakarta.

World Health Organization., 2003,‘WHO Guide to cost - effectiveness analysis c’, Global Programme of Evidence for Health Policy.

Published

2025-12-23

How to Cite

Zainal, S. F., Darmawan, E., & Kurniawan, N. U. (2025). Evaluasi Cost Effectiveness Terapi Ceftriaxone dan Kombinasi Ampisilin Kloramfenikol Pada Pasien Pneumonia di Bangsal Anak Rumah Sakit. Indonesian Journal of Global Pharmacy, 1(1), 39–44. Retrieved from https://jurnal2.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJGP/article/view/770