The Relationship Between Family Smoking Habits and Household Sanitation with the Incidence of Underweight in Children Aged 24-59 Months Systematic Review

Authors

  • Restuani Budiarti Universitas Sriwijaya
  • Elvi Sunarsih Universitas Sriwijaya
  • Nur Alam Fajar Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.37287/ijghr.v8i2.867

Keywords:

children, household sanitation, smoking habits, underweight

Abstract

Underweight among children aged 24-59 months is a key indicator of malnutrition and remains a public health issue in Indonesia. Various factors contribute to underweight, including household smoking habits and sanitation conditions. Exposure to cigarette smoke indoors increases the risk of acute respiratory infections (ARI), leading to nutritional deficiencies and impaired growth in children. Additionally, poor sanitation particularly limited access to clean water and inadequate toilet facilities contributes to a higher incidence of diarrheal diseases, which directly affect weight loss in children. This study uses a systematic review method, which aims to analyze the relationship between smoking habits in the home and household sanitation with the incidence of underweight in children aged 24-59 months. The systematic review was conducted by examining 30 scientific journals discussing risk factors for underweight in children, particularly those related to smoking habits in the home and sanitation conditions. The analyzed journals were obtained from various academic databases such as Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and SINTA (Science and Technology Index), with a publication period between 2013-2024.The findings indicate that children living in homes with smoking family members are more likely to experience underweight compared to those in smoke-free environments.

References

Aditianti, M. (2020). Prevalensi dan faktor risiko stunting pada balita 24-59 bulan di Indonesia: Analisis data Riset Kesehatan Dasar 2018. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(3), 101-110.

Amrietha, M. S. (2021). Analisis faktor penyebab kejadian stunting pada balita 24-59 bulan di Palangka Raya. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 56-67.

Bunga, C. R., Putri, D. S. K., & Putri, I. Y. S. (2013). Determinan status gizi pendek anak balita dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan, 12(3), 89-98.

Erni, S., et al. (2024). Hubungan riwayat penyakit infeksi, riwayat ASI eksklusif, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap kejadian stunting pada balita di Puskesmas Karangpawitan, Kabupaten Garut Tahun 2023. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(1), 23-35.

Haryuni, M. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bambang. Jurnal Ilmu Gizi dan Kesehatan, 5(1), 45-58.

Khairani, N., & Effendi, S. U. (2022). Karakteristik balita, ASI eksklusif, dan keberadaan perokok dengan kejadian stunting pada balita. Aceh Nutrition Journal, 6(2), 76-87.

Marfenni, H. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Mamasa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 25-38.

Mariana, P. P., & Lestari, K. S. (2022). Analisis faktor personal higiene dan akses pada sanitasi terhadap kasus stunting pada balita di Asia: Literature review. Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan, 9(1), 35-48.

Nur Puji, W. (2021). Analisis faktor kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan berbasis Transcultural Nursing di Desa Morombuh, Bangkalan. Jurnal Keperawatan Transkultural, 4(2), 12-26.

Pratama, A. (2022). Pengaruh sanitasi rumah tangga terhadap status gizi balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(3), 55-67.

Pratiwi, I., & Setiawan, D. (2020). Hubungan penerapan perilaku Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Gizi Masyarakat, 8(3), 77-90.

Puji, S. (2021). Faktor sosial ekonomi dan pola asuh ibu terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Jombang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(2), 32-45.

Rahayuningsih, T., et al. (2023). Hubungan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) ibu hamil dengan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan di Kabupaten Sleman. Jurnal Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 7(1), 50-63.

Rahma, A. (2019). Kebiasaan merokok dalam rumah tangga dan risiko stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(4), 59-70.

Rahman, F. (2021). Pengaruh pola makan dan sanitasi rumah tangga terhadap kejadian stunting di Kecamatan Sukabumi. Jurnal Gizi Indonesia, 15(1), 22-34.

Rasyid, A. (2019). Asupan nutrisi dan faktor lingkungan terhadap kejadian stunting di Indonesia: Tinjauan sistematis. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 10(1), 66-78.

Ridwan, T. (2020). Pengaruh sanitasi rumah tangga terhadap risiko underweight pada balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 8(2), 38-50.

Rosalia, R. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi wasting pada balita usia 6-59 bulan di Wilayah Piyungan. Jurnal Gizi Masyarakat, 7(2), 55-69.

Rosha, B. C. (2013). Determinan status gizi pendek anak balita dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan, 12(3), 89-98.

Sari, D. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 31-45.

Setyaningsih, E. (2023). Hubungan PHBS dan infeksi terhadap stunting pada balita di Puskesmas Karangpawitan, Garut. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(1), 12-25.

Sudikno, T. (2021). Faktor risiko stunting balita 0-23 bulan di Indonesia: Analisis data Riskesdas 2018. Jurnal Kesehatan Indonesia, 10(2), 45-57.

Sugiarti, R. (2019). Pola asuh dan sanitasi lingkungan terhadap risiko stunting di Indonesia. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 11(2), 90-103.

Syafrina, E. (2020). Hubungan status gizi ibu dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, 9(2), 78-91.

Wahyuni, S. (2021). Analisis faktor risiko stunting di Indonesia: Studi longitudinal. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 15(1), 11-23.

Winasis, N. P. (2021). Transcultural Nursing dalam Pencegahan Stunting di Madura: Pendekatan Berbasis Budaya. Jurnal Keperawatan Komunitas, 6(1), 45-58.

Yusuf, R. (2019). Pengaruh sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Gizi Masyarakat, 6(1), 34-49.

Zainal, T. (2020). Determinasi faktor risiko stunting pada balita di Indonesia: Analisis data sekunder. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 13(2), 78-89.

Zulfikar, F. (2021). Peran pemberian ASI eksklusif dalam pencegahan stunting pada balita. Jurnal Gizi Indonesia, 16(2), 55-70.

Zunita, A. (2022). Dampak sanitasi rumah tangga terhadap kejadian underweight pada balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Global, 10(2), 99-112.

Downloads

Published

2025-11-24

How to Cite

Budiarti, R., Sunarsih, E., & Fajar, N. A. (2025). The Relationship Between Family Smoking Habits and Household Sanitation with the Incidence of Underweight in Children Aged 24-59 Months Systematic Review. Indonesian Journal of Global Health Research, 8(2), 105–112. https://doi.org/10.37287/ijghr.v8i2.867

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.